PERBATASAN BERDARAH ISLAM - Samuel Huntington
Dari Faithfreedompedia

[amazon]
PERBATASAN BERDARAH ISLAM - Samuel Huntington, dikutip dari THE CLASH OF CIVILIZATIONS and the Remaking of World Order - Samuel P Huntington
Samuel Huntington adalah profesor, saintis politik Harvard dan tesisnya ini adalah yang paling penting yang pernah diterbitkan abad ini. Bukunya adalah bacaan wajib mahasiswa sosiologi & politik. Dalam tesis yang provokatif ini, THE CLASH OF CIVILIZATIONS (BENTROKAN PERADABAN2), ia berbicara tentang meningkatnya pertentangan antara Barat dengan budaya2 yang didasarkan pada agama dan dogma. Ia mempelajari etnisitas dan bagaimana budaya2 Barat dan Timur mempengaruhi kerusuhan diseputar dunia.
Dalam bukunya ini, penulis mengatakan bahwa ada bangsa2 yang semakin menekankan etnisitas dan agama mereka sambil menolak prinsip2 Barat seperti demokrasi, hak azasi manusia, kebebasan, the rule of law, serta pemisahan antara agama dan negara. Ini membuat posisi Barat semakin terdesak dan mempertanyakan filsafah multikulturalisme yang tadinya mereka banggakan dalam rangka menampung imigran.
Salah satu bab yang paling interesan disebut dengan ISLAM'S BLOODY BORDERS, Chapter 10, p 254.
Ini ringkasannya:
ISLAM BLOODY'S BORDERS/PERBATASAN BERDARAH ISLAM
32 konflik etnis terjadi semasa Perang Dingin, termasuk perang garis batasan (fault line wars) antara Arab-Israel, India-Pakistan, Sudan Muslim-Kristen, Kaum Budha Srilanka-Tamil, Kelompok Lebanon Shiah-Maronite.
Mayoritas konflik terjadi diperbatasan Europa-Asia dengan Afrika yang memisahkan Muslim dari Non-Muslim. Sementara di tingkat makro atau global, bentrokan peradaban adalah antara Barat melawan sisa dunia lainnya. Pada tingkat mikro atau daerah, bentrokan adalah antara Islam dan non-Islam.
Antagonisme intens dan konflik berdarah terus terjadi antara orang2 Muslim setempat melawan Non-Muslim. Di BOSNIA, muslim terlibat perang berdarah melawan Serbia Ortodoks dan Kroasia Katolik. Di KOSOVO, Muslim Albania melawan pemerintah Serbia. Sementara ALBANIA juga melawan pemerintahan Yunani gara2 hak masing2 minoritas di masing2 negara. Di CYPRUS, Muslim Turki konflik dengan Yunani Ortodoks dan saling mempertahankan bagian negara yang saling bermusuhan. Di CAUCASUS, Muslim Turki melawan Armenia dan Muslim Azerbaijan melawan Armenia mengenai Nagorno Karabakh. Di CAUCASUS UTARA, selama 200 tahun orang Chechen, Ingush dan Muslim lainnya terus menerus terlibat perang melawan Rusia, sampai tahun 1994. Pertempuran juga berlangsung antara Ingush dengan Ossetia Ortodoks. Di VOLGA basin, Muslim Tatar memerangi Rusia semenjak lama dan permulaan tahun 90-an mencapai kompromi bagi kedaulatan terbatas.
Sepanjang abad ke 19, Rusia melebarkan jajahan secara paksa terhadap rakyat2 Muslim di ASIA TENGAH. Pada tahun 80-an, AFGHANISTAN perang dengan Rusia, saling mempertahankan pemerintahan Islam masing2. Di XINJIANG, kelompok2 Uighur dan Muslim lainya menentang budaya Cina dan mengembangkan hubungan dengan saudara sesama suku dan agama di mantan republik2 Soviet.
PAKISTAN dan INDIA bertarung dalam 3 peperangan sementara pemberontak Muslim melawan pemerintahan India di Kashmir. Imigran2 Muslim memerangi suku2 tradisional di Assam. Muslim dan Hindu terus menerus terlibat bentrokan berdarah diseputar India. Di BANGLADESH, Budhis memrotes diskriminasi oleh mayoritas Muslim, sementara di MYANMAR, Muslim memrotes diskriminasi mayoritas Budhis. Di MALAYSIA dan INDONESIA, Muslim secara periodik mengakibatkan kerusuhan terhadap minoritas Cina. Di selatan THAILAND, kelompok2 Muslim memberontak melawan pemerintah Budhis, sementara di selatan FILIPINA, pembentrokan Muslim menuntut kemerdekaan dari negara Katolik. Di Indonesia, TIMOR TIMUR Katolik melawan represi pemerintahan Muslim.
Di TIMUR TENGAH, konflik Arab dan Yahudi di Palestina dimulai dari pembentukan negara Yahudi. 4 perang terjadi antara Israel dengan negara2 Arab, dan Palestina terlibat intifada melawan pemerintahan Israel. Di LEBANON, Kristen Maronit melawan Shiah dan kelompok2 Muslim lainnya. Di ETHIOPIA, kelompok Amhara Orthodox menekan kelompok2 etnis Muslim dam menghadapi pemberontakan Muslim Oromos.
Di AFRIKA, sejumlah konflik terjadi antara orang Arab/Muslim di Utara dan suku2 kulit hitam animis/Kristen di Selatan. Perang paling berdarah antara Kristen-Muslim terjadi di SUDAN. Politik NIGERIA didominasi oleh konflik antara Muslim Fulani-Hausa di bagian Utara dan suku2 Kristen di Selatan.
Di semua tempat ini, hubungan antara Muslim dan budaya2 lain---Katolik, Protestan, Ortodoks, Hindu, Cina, Budhis, Yahudi----selalu panas/antagonistic; kebanyakan di tahun 90-an. Dimanapun anda melihat perimeter Islam, MUSLIM SULIT HIDUP DAMAI DENGAN TETANGGANYA.
Muslim berjumlah SEPERLIMA dari penduduk dunia, namun pada tahun 90-an paling banyak terlibat kekerasan antar-kelompok (intergroup violence) dibanding dengan kelompok2 budaya lain. Buktinya berlimpah :
1) Muslim terlibat dalam 26 dari 50 konflik etnopolitis pada tahun 1993-1994.
Lihat table 10.1. 20 dari konflik ini adalah antara kelompok dari budaya berbeda, 15 diantaranya antara Muslim dengan Non-Muslim. Singkatnya, konflik antar budaya yang melibatkan Muslim terjadi TIGA KALI LEBIH BANYAK daripada konflik antara semua budaya Non-Muslim. Konflik antar sesama Muslim juga lebih banyak dari konlfik budaya lainnya.
Berbeda dengan Islam, Barat hanya terlibat dalam DUA konflik antar-budaya dan DUA antara sesama budaya. Konflik antara sesama Muslim juga mencatat jumlah korban lebih tinggi. Dari 6 perang dimana 200.000 orang terbunuh, 3 (Sudan, Bosnia, Timor Timur) adalah antara Muslim dengan Non-Muslim. 2 (Somalia, bangsa Kurdi-Irak) adalah antara sesama Muslim dan hanya 1 (Angola) hanya melibatkan Non-Muslim.
Intracivilizational= antara sesama budaya
Intercivilizational= antara lain budaya
(Sorry, tabelnya tidak dapat disusun dengan baik. Kesalahan teknis.)
LEBIH JELASNYA lihat tabel di : http://to2i2h.multiply.com/journal/item/21
Tabel 10.1 Konflik Etnopolitis 1993-1994
_____________________________________________
Intracivilization Intercivilization Total
_____________________________________________
Islam 11 15 26
Lain2 19* 5 24
Total 30 20 50
________________________________________
• *10 diantaranya konflik antar suku di Afrika
• Sumber: Ted Robert Gurr “Peoples against States; Ethnopolitical Conflict and the Changing World System,” International Studies Quarterly, Vol 38 (Sept 1994) pp 347-378.
2) New York Times mengidentifikasi 48 lokasi dimana terjadi sekitar 59 konflik etnis pada tahun 1993. Disetengah jumlah lokasi tsb Muslim bentrok dengan Muslim atau Non-Muslim. Dan 2/3 (21) dari konflik antar budaya ini adalah antara Muslim melawan lainnya.
Tabel 10.2 Konflik Etnis, 1993
______________________________________________
Intracivilization Intercivilization Total
______________________________________________
Islam 7 21 28
Lain2 21* 10 31
Total 28 31 59
______________________________________________
• *10 konflik etnis di Afrika
• NY Times, Feb 7, 1993, pp 1, 14
3) dalam analisa lainnya, Ruth Leger Sivard mengidentifikasikan 29 perang (konflik yang melibatkan lebih dari 1000 kematian atau lebih dalam kurun waktu satu tahun) pada tahun 1992. 9 konflik antar budaya adalah antara Muslim dengan Non-Muslim dan Muslim sekali lagi terlibat dalam lebih banyak perang dari bangsa2 budaya lainnya.
KESIMPULAN:
Tiga kompilasi data berbeda menyampaikan kesimpulan yang sama; pada permulaan tahun 90-an Muslim terlibat lebih banyhak kekerasan antar sesama (intergrup) dibanding dengan non-Muslim. Duapertiga atau tigaperempat dari perang antar budaya ini adalah antar muslim dan non-muslim. PERBATASAN ISLAM MEMANG BERDARAH, BEGITU PULA DIDALAMNYA. Islam’s borders are bloody, and so are its innards.
RATIO KEKERASAN MUSLIM
Kecenderungan kekerasan Muslim disebabkan semakin tingginya militarisasi masyarakat Muslim. Pada tahun 80-an negara2 Muslim memliki ratio kekuatan militer (1 tentara per 1000 rakyat) dan upaya militer (ratio militer terhadap kekayaan negara) lebih tinggi dari negara2 lain. Ini sangat kontras dengan negara2 Kristen yang rasio kekuatan dan upaya militer termasuk rendah.
Ratio kekuatan rata2 negara2 Muslim adalah DUA kali dari negara2 Kristen (Tabel 10.3). “Jelas”, James Payne menyimpulkan, “ ada koneksi antara Islam dan militerisme.”
Tabel 10.3 Militerisme antara negara2 Muslim dan Kristen
__________________________________________________________
Rata2 ratio kekuatan Rata2 ratio militer
__________________________________________________________
Negara Muslim (n=25) 11.8 17.7
Negara lain (n=112) 7.1 12.3
Negara Kristen (n=57) 5.8 8.2
Negara lain (n=80) 9.5 16.9
___________________________________________________________
Sumber: James Payne, Why Nations Arm (Oxford: basil Blackwell, 1989) pp 125, 138-139.
Negara2 Muslim juga memiliki kecenderungan tinggi untuk menggunakan kekerasan dalam krisis internasional. Mereka menggunakan kekerasan dalam menghadapi 76 dari total 142 krisis di mana mereka terlibat pada tahun 1928 dan 1979. Dalam 25 kasus, kekerasan adalah unsur utama menghadapi krisis dan dalam 51 krisis negara2 Muslim menggunakan kekerasan dan cara2 lain.
Kalau menggunakan kekerasan, negara2 Muslim menggunakan kekerasan dengan intensi tinggi (high-intensity violence). 41% kasus melibatkan perang besar2an (full-scale war) dan 38% melibatkan bentrokan besar (major clashes).
Muslim menggunakan kekerasan dalam 53.5 % krisis mereka, Inggris hanya menggunakan 11.5%, Amerika 17.9% persen, dan Uni Soviet 28.5%. Hanya kekerasan Cina melebihi kekerasan negara2 Muslim; Cina menggunakan kekerasan dalam 76.9% krisis yang dihadapinya.
Kesukaan berperang dan kekerasan Muslim adalah kenyataan abad ke 20 yang tidak dapat dipungkiri Muslim maupun non-Muslim.//
TAMBAHAN INFO ATAS SUMBER KONFLIK DUNIA: LIHAT http://www.globalsecurity.org/military/world/war/
Konflik2 di kawasan dgn muslim mayoritas atau minoritas:
1. Algeria Insurgency 1992
2. Indonesia Aceh 1986
3. Iraq Kurdistan 1984
4. Sierra Leone Civil War 1990 -1999?
5. Somalia Civil War 1991
6. Turkey Conflict with Kurds 1984
7. Burma Insurgency 1950
8. Georgia Civil War 1991
9. India Assam 1985
10. India Kashmir 1970an
11. Ivory Coast Ivory Coast 2002
12. Nigeria Civil Disturbances 1997
13. Philippines Moro Uprising 1970s
14. Russia Chechen Uprising 1992
15. Uganda Civil Conflict 1980
16. Indonesia Kalimantan 1983
17. Indonesia Papua / West Irian 1963
18. Senegal Casamance 1982
19. Sudan Second Civil War 1983
20. China Spratly Islands 1988
Konflik di kawasan TANPA Muslim:
1. Burundi Civil Conflict 1993
2. Colombia FARC & ELN Insurgencies 1970s
3. Congo (Brazzaville) Civil Conflict 1997
4. Congo (Zaire) Congo War 1998
5. India Naxalite Uprising 1967
6. Korea Korea Confrontation 1953
7. Mexico Zapatista Uprising 1996
8. Namibia Caprivi Strip Secession 1966
9. Peru Shining Path Rebellion 1970s
10. Spain Basque Uprising 1970 s
11. Sri Lanka Tamil Uprising 1980s
KESIMPULAN : 20 dari 31 konflik = 65 persen dari jumlah konflik melibatkan muslim, sementara muslim hanya mewakili 20 persen jumlah penduduk dunia. PUN jika unsur keterlibatan muslim dari 5 konflik diatas diragukan, muslim tetap bertanggung jawab atas lebih dari separuh jumlah konflik dunia.
Bookmark halaman ini dengan:
Delicious
Digg
Stumbleupon
Reddit
Newsvine
Facebook
Google
Yahoo
Technorati


